BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sejak
dimulainya revolusi industri, kemajuan teknologi di dunia industri terus
meningkat secara pesat, hal ini tercermin dari banyaknya ditemukan mesin-mesin
baru khususnya mesin industri yang dipergunakan untuk memproduksi barang dalam
kegiatan manufaktur. Seiring dengan perkembangan zaman, secara berangsur-angsur
namun pasti peranan mesin dalam proses produksi semakin domina hal ini
disebabkan kemampuan mesin yang jauh melebihi kemampuan yang dimiliki oleh tenaga
kerja manusia yang telah terlebih dahulu digunakan dalam proses produksi.
Penggunaan mesin yang tepat untuk suatu
proses produksi akan memberi manfaat yang sangat besar bagi suatu proses
produksi, apabila mesin yng digunakan tidak memiliki spesifikasi yang sesuai
dengan hasil output yang diharapkan, maka proses produksipun akan terganggu.
Dengan melihat fungsi mesin yang begitu besar dalam suatu proses produksi maka
penggunaannya mesinpun harus diimbangi dengan perawatan ataupun reparasi
apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut, sehingga tidak mengganggu
jalannyasuatu proses produksi.
Dalam
praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan diharapkan dapat membuat dan memahami Routing Sheet dan Multi Product Process Chart dengan benar sehingga penggunaan mesin
dalam suatu proses produksi dapat memberikan manfaat yang besar bagi suatu
proses produksi.
1.2
Perumusan
Masalah
Rumusan
masalah pada modul 2 ini yaitu :
1. Bagaimana praktikan dapat membuat Routing Sheet dari
Operation Process Chart (OPC) yang telah dibuat pada modul 1?
2. Bagaimana praktikan dapat membuatMulti Product Process Chart ?
1.3
Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 2 ini yaitu :
1. Pada pembuatan Routing
Sheet, praktikan diharapkan dapat memahami jumlah
mesin yang dibutuhkan, jika diberikan data efisiensi mesin, ketersediaan (availability)
mesin, dan banyaknya bahan yang cacat proses (reject).
2. Pada
pembuatan Multi Product Process Chart, praktikan
diharapkan dapat memehami jumlah mesin yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan
produksi (terutama untuk job-shop) dan keterkaitan produksi antara komponen
suatu produk atau antar produk, bahan, bagian, pekerjaan, atau aktivitas.
lebih lengkap klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar