Senin, 09 September 2013

Multi Product Process Chart



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejak dimulainya revolusi industri, kemajuan teknologi di dunia industri terus meningkat secara pesat, hal ini tercermin dari banyaknya ditemukan mesin-mesin baru khususnya mesin industri yang dipergunakan untuk memproduksi barang dalam kegiatan manufaktur. Seiring dengan perkembangan zaman, secara berangsur-angsur namun pasti peranan mesin dalam proses produksi semakin domina hal ini disebabkan kemampuan mesin yang jauh  melebihi kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja manusia yang telah terlebih dahulu digunakan dalam proses produksi.
Penggunaan mesin yang tepat untuk suatu proses produksi akan memberi manfaat yang sangat besar bagi suatu proses produksi, apabila mesin yng digunakan tidak memiliki spesifikasi yang sesuai dengan hasil output yang diharapkan, maka proses produksipun akan terganggu. Dengan melihat fungsi mesin yang begitu besar dalam suatu proses produksi maka penggunaannya mesinpun harus diimbangi dengan perawatan ataupun reparasi apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut, sehingga tidak mengganggu jalannyasuatu proses produksi.
Dalam praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan  diharapkan dapat membuat dan memahami Routing Sheet dan Multi Product Process Chart dengan benar sehingga penggunaan mesin dalam suatu proses produksi dapat memberikan manfaat yang besar bagi suatu proses produksi.

1.2  Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada modul 2 ini yaitu :
1.      Bagaimana praktikan dapat membuat Routing Sheet dari Operation Process Chart (OPC) yang telah dibuat pada modul 1?
2.      Bagaimana praktikan dapat membuatMulti Product Process Chart ?


1.3  Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 2 ini yaitu :
1.      Pada pembuatan Routing Sheet, praktikan diharapkan dapat memahami jumlah mesin yang dibutuhkan, jika diberikan data efisiensi mesin, ketersediaan (availability) mesin, dan banyaknya bahan yang cacat proses (reject).
2.      Pada pembuatan Multi Product Process Chart, praktikan diharapkan dapat memehami jumlah mesin yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan produksi (terutama untuk job-shop) dan keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk, bahan, bagian, pekerjaan, atau aktivitas.


lebih lengkap klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar