Selasa, 10 September 2013

Ongkos Material Handling (OMH)



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kemampuan perusahaan untuk menciptakan proses produksi yang efektif dan efisien akan mempengaruhi volume produksi, mengurangi biaya produksi, dan akhirnya dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Proses produksi yang efektif adalah proses produksi yang mampu mengeliminir kegiatan menunggu (delay). Proses produksi yang efisien adalah proses produksi yang mampu meminimalisasi jarak pemindahan bahan (material handling) di dalam aliran prosesenya.
Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini adalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses produksi ketempat proses produksi yang lain (Apple, 1990).
Adanya tata letak pabrikasi ini maka pemborosan yang terjadi dalam proses pemindahan material bisa ditekan. Dengan cara menghitung ongkos material handling (OMH), yang dimana merupakan suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari satu departemen ke departemen lain yang besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu.
Dalam praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan  diharapkan dapat menghitung ongkos pemindahan barang, menentukan jenis alat angkut yang akan dipergunakan dalam proses pemindahan material antar departemen serta membuat rancangan alternatif tata letak awal pabrik.





1.2  Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada modul 4 ini yaitu :
1.      Bagaimana praktikan dapat menghitung ongkos pemindahan material ?
2.      Bagaimana praktikan dapat merancang tata letak awal pabrik ?
3.      Bagaimana praktikan dapat menentukan jenis alat angkut yang akan dipergunakan dalam proses pemindahan material antar departemen ?
1.3  Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 4 ini yaitu :
1.      Mengetahui jenis alat angkut yang akan dipergunakan dalam proses pemindahan material antar departemen
2.      Mengetahui jumlah ongkos pemindahan material
3.      Mengetahui rancangan tata letak awal pabrik


lebih lengkap disini 
next bab klik











struktur organisasi



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada setiap perusahaan yang memproduksi produk pasti mempunyai alat ataumesin untuk membantu proses produksi, mesin-mesin tersebut tentu tidak diletakan disembarang tempat. Tata letak mesin pada lantai produksi harus sangat tepat, hal ini diperlukan karena dengan tepatnya keberadaan mesin-mesin produksi bisa mempermudah proses produksi, tidak sedikit penempatan mesin yang kurang tepat akan memperlambat proses produksi maupun pemborosan.
Penempatan mesin di bagian produksi tidaklah semudah menempatkan barang
dalam sebuah ruangan, penempatan mesin membutuhkan banyak proses. Denganadanya ilmu yang mempelajari tentang penempatan atau perancangan tata letakpabrik bisa mengefektifkan ruang yang tersedia dalam paabrik, juga bisa megefisienkan perpidahan material dari mesin satu ke mesin yang lainnya.
Adanya tata letak pabrikasi ini maka pemborosan yang terjadi dalamproses produksi bisa ditekan. Dengan cara mengobservasi luas lantai dan tata letak mesin produksi yang kurang tepat sehingga bisa mempengaruhi perpindahan aliran material yang terjadi di lantai produksi. Dengan adanya tata letak mesin yang kurang tepat bisa mempengaruhi perpindahan material di lantai produksi yang mengakibatkan besarnya ongkos biaya produksi.
Dalam praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan  diharapkan dapat menghitung luas lantai pabrik dan membuat serta merancang struktur organnisasi.



1.2  Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada modul 3 ini yaitu :
1.      Bagaimana praktikan dapat menghitung luas lantai pabrik ?
2.      Bagaimana praktikan dapat merancang struktur organnisasi ?

1.3  Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 3 ini yaitu :
1.      Mengetahui luas area yang perlu disediakan perusahaan dalam pendirian pabrik beserta alokasinya luas untuk setiap departemen.
2.      Mengetahui jumlah material yang dibutuhkan.
3.      Mengetahui keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk, bahan, bagian, pekerjaan, atau aktivitas.
4.      Mengetahui struktur organisasi dalampabrik.


lebih lanjut disini

Senin, 09 September 2013

Multi Product Process Chart



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejak dimulainya revolusi industri, kemajuan teknologi di dunia industri terus meningkat secara pesat, hal ini tercermin dari banyaknya ditemukan mesin-mesin baru khususnya mesin industri yang dipergunakan untuk memproduksi barang dalam kegiatan manufaktur. Seiring dengan perkembangan zaman, secara berangsur-angsur namun pasti peranan mesin dalam proses produksi semakin domina hal ini disebabkan kemampuan mesin yang jauh  melebihi kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja manusia yang telah terlebih dahulu digunakan dalam proses produksi.
Penggunaan mesin yang tepat untuk suatu proses produksi akan memberi manfaat yang sangat besar bagi suatu proses produksi, apabila mesin yng digunakan tidak memiliki spesifikasi yang sesuai dengan hasil output yang diharapkan, maka proses produksipun akan terganggu. Dengan melihat fungsi mesin yang begitu besar dalam suatu proses produksi maka penggunaannya mesinpun harus diimbangi dengan perawatan ataupun reparasi apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut, sehingga tidak mengganggu jalannyasuatu proses produksi.
Dalam praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan  diharapkan dapat membuat dan memahami Routing Sheet dan Multi Product Process Chart dengan benar sehingga penggunaan mesin dalam suatu proses produksi dapat memberikan manfaat yang besar bagi suatu proses produksi.

1.2  Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada modul 2 ini yaitu :
1.      Bagaimana praktikan dapat membuat Routing Sheet dari Operation Process Chart (OPC) yang telah dibuat pada modul 1?
2.      Bagaimana praktikan dapat membuatMulti Product Process Chart ?


1.3  Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 2 ini yaitu :
1.      Pada pembuatan Routing Sheet, praktikan diharapkan dapat memahami jumlah mesin yang dibutuhkan, jika diberikan data efisiensi mesin, ketersediaan (availability) mesin, dan banyaknya bahan yang cacat proses (reject).
2.      Pada pembuatan Multi Product Process Chart, praktikan diharapkan dapat memehami jumlah mesin yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan produksi (terutama untuk job-shop) dan keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk, bahan, bagian, pekerjaan, atau aktivitas.


lebih lengkap klik disini

Part drawing, opc, assembly chart




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam dunia teknik, komunikasi secara lisan akan banyak menimbulkan kesulitan. Hal ini karena di dunai ini terdapat banyak macam bahasa dan dialek-dialek yang digunakan sehingga kemungkinan seseorang sulit mengerti atau bahkan tidak tahu apa yang dibicarakan oleh orang yang berbeda bahasanya.
Untuk mengatasi hal diatas, orang-orang yang berkecimpung di bidang teknik berusaha mendapatkan cara berkomunikasi yang lebih universal dan bisa dimengerti oleh orang-orang teknik di seluruh dunia. Untuk mencapai maksud diatas, orang-orang teknik menggunakan gambar sebagai alat berkomunikasi dalam pekerjaan mereka di bidang teknik dan industri.
Menggambar merupakan salah satu cara komunikasi antara seseorang dengan yang lainnya. Dengan melihat suatu gambar maka seseorang akan dapat mengerti arti gambar atau mengerti maksud pembuat gambar sehingga terjadi komunikasi antara penggambar dengan orang yang melihat gambar tersebut.
Gambar teknik juga merupakan suatu alat komunikasi yang  tidak menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi orang yang melihatnya. Oleh karena itu, perlu ada tanda-tanda/patokan/notasi tertentu sebagai suatu perjanjian bersama. Patokan-patokan tersebut biasanya terdapat dalam suatu standar atau normalisasi. (www.waluyo .wordpress.com)
Dalam praktikum perancangan tata letak fasilitas ini, praktikan  diharapkan dapat membuat dan memahami Part Drawing, Assembly Chart,dan  Operation Process Chart (OPC) dengan benar.



1.2  Perumusan  Masalah
Rumusan masalah pada modul 1 ini yaitu :
1.      Bagaimana praktikan dapat membuat Part Drawing meja belajar anak ?
2.      Bagaimana praktikan dapat membuat Assembly Chart meja belajar anak ?
3.      Bagaimana praktikan dapat membuat Operation Process Chart (OPC) meja belajar anak ?

1.3  Tujuan
Tujuan praktikum pada modul 1 ini yaitu :
4.      Pada pembuatan Part Drawing, praktikan diharapkan dapat memahami secara lengkap dan jelas kebutuhan pemesinan.
5.      Pada pembuatan Assembly Chart, praktikan diharapkan dapat memehami gambaran menyeluruh dari sebuah proses perakitan produk.
6.      Pada pembuatan Operation Process Chart (OPC), praktikan diharapkan dapat memahami gambaran menyeluruh dari proses pembuatan produk berdasarkan setiap perlakuan yang diterima dalam proses produksi



lebih lengkap bsa download disini 
bab selanjutnya